Kepadamu puan,
Aku ingin meramalkan tiga hal hari ini.
Pertama, aku meramalkan bahwa surat ini tidak akan panjang, tentu saja alasannya dapat kamu baca pada kalimat pertama surat ini.
Kedua, aku meramalkan bahwa kamu tidak yakin bahwa 'puan' yang kutuliskan dalam surat ini adalah dirimu sendiri dan masih menduga - duga bahwa itu adalah orang lain.
Tidak, tentu ini untukmu, untuk waktu yang telah kau luangkan kepadaku
saat kau merasa lelah dengan rutinitas 'tujuh menuju empat' selama lima hari.
Rutinitas menjalani perjalanan yang melelahkan ke tempat kerja.
Tapi tunggu sebentar, apakah hidup itu rutinitas?
Aku benar - benar tidak tahu, tapi ketika kita mengalami kebosanan dalam menjalani hidup, maka saat itu kita sadar bahwa hidup kita terjebak dalam rutinitas.
Lalu bagaimana dengan kita?
Apakah kita adalah rutinitas?
Perihal ini, aku ingin kamu menjawabnya lewat pesan pribadi saja kepadaku,
Kutunggu jawabannya hingga akhir minggu ini, 7 September 2013.
Ketiga, aku meramalkan besok akan cerah.
Tahukah bahwa aku sebenarnya tidak begitu suka dengan rutinitas, itu melelahkan bagiku, sebab doa agar kamu bahagia selalu kuucapkan setiap hari.
Bukan rutinitas, hanya saja hal tersebut seakan menyatu dalam nafas.
*Puan : wanita (dari kata perempuan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar