Selasa, 22 November 2016

Maaf

maaf, maaf jika aku seringkali menulis banyak hal dengan begitu jujurnya, karena bagiku menulis seperti berdialog panjang lebar tanpa menganggumu.

maaf, maaf jika waktu membawaku, seringkali tentangmu menginspirasiku menulis banyak hal, tapi aku benar-benar tak ingin mengganggumu, tak ingin mengusik apapun dari dirimu, termasuk hatimu.
maaf, jika menulis adalah duniaku, dan terkadang kamu menjadi bagian dari rangkaian kata-kataku, namun aku benar-benar tak sedikitpun bermaksud membuatmu kesal, marah atau apapun namanya.
aku minta maaf, memang beberapa kejujuran itu dapat dengan terang benderang terbaca olehmu, namun maaf, aku tak bermaksud membuatmu marah.
aku minta maaf..

maafkan aku, jika aku jatuh pada kesederhanaanmu, maafkan jika banyak kata-kata yang berguguran dari pepohonan mimpi masa depan, darimu aku belajar untuk tak seharusnya kita pastikan karena semua pasti sudah Allah tuliskan bahkan sebelum kita dilahirkan.
darimu aku belajar, perjuangan itu bukan hanya tentang mendapatkan apa yang kita inginkan, namun perjuangan juga tentang mengembalikan pada Allah harapan-harapan yang belum waktunya berumah dihati kita, meletakkan rasa dibagian paling sederhana, tentang rindu-rindu yang memburu untuk kita padamkan nyalanya.

aku belajar darimu, tentang menyimpan banyak hal didalam doa, karena kita terhijab dari masa depan maka doa adalah samudera yang akan jadi muara segala tanya.
aku belajar darimu, bahwa kita tak perlu ragu dengan diam beribu detik waktu, karena kita tidak pernah tahu, bagaimana permintaannya pada Allah bukan? mungkin saja dia menyebut namamu lebih dari satu kali didalam doanya.

maafkan aku, mungkin menurutmu ini berlebihan, karena memang beginilah aku, ada beberapa tulisan yang begitu jujur kutuliskan, namun jangan khawatir juga ada tulisan yang terinspirasi dari banyak hal, jadi mohon jangan menafsirkan semua isi hatiku

bagiku, tulisan itu bahasa kesepian yang mengubahnya jadi riuh dan ramai, setidaknya ramai dihati dan pikiranku, mungkin juga ada kalanya, semacam menumpahkan rindu tanpa memberi tahu dan tanpa menganggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar