Selasa, 22 November 2016

Surat Cinta Yang tak Pernah Sampai.



Puan…

Bagaimana memulai awalan surat untukmu ini ya? Aku merasa canggung kali ini menyapamu.

Apakah kau sehat?
Ah.. tidak.. tidak..

Apakah kau masih sering tidak sarapan?
Ehmm.. bukan seperti ini..

Bagaimana harimu?
Aaahh… membosankan...

Kau sibuk apa belakangan ini?
Huh.. ini klise

Hai.. berapa cangkir kau habiskan kopi dalam sehari?
Aaarrggh… adakah yg lebih baik dari kalimat ini

Begini saja..
Kau merindukan aku?

Nampaknya bagus… ini saja.

Surat ini kucium lembut dengan harapan kau akan melakukan hal yang sama saat membuka suratku.

Kemudian kulipat rapi2, kusisipkan di buku kerjaku, sampai hari ini…


Tak terkirim sampai usang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar